Sabtu, 29 September 2018

[BLOG TOUR BLACK LEATHER JACKET] RESENSI NOVEL

Selamat siang readers! Gak kerasa udah siang aja. Malah hampir senja nih. Maaf ya tadi sudah siap nih, tapi ada gangguan. masa udah beres kehapus semua. kan sedih. hiks..hiks.. ini suasana mendukung juga lagi. Siang ini di tempat saya mendung nih? di tempat kalian gimana? Kalau mendung sih enaknya diem aja di kamar: ngopi dan baca novel romance.

Akhirnya hari ini agenda saya mengulas novel keren ini. Yuk kita identifikasi novelnya,

JUDUL                                   : BLACK LEATHER JACKET
PENULIS                               : ADITIA YUDIS & IFNUR HIKMAH
PENERBIT                            : RORO RAYA SEJAHTERA (TWIGORA)
GENRE                                  : ROMANCE
JUMLAH HALAMAN         : 370 HLM
ISBN                                       : 978-602-51290-5-6
HARGA                                 : RP  88,000



Sekarang yuk ah, kita intip blurbnya:


SETIAP CINTA BUTUH REVISI
Laura tak punya alasan untuk menyukai Aidan. Pertama, novel debut lelaki itu kini mengalahkan novel-novel Laura di rak best seller. Kedua, foto Aidan yang terpampang besar di sampul belakang novelnya semakin mempertajam kecurigaan Laura: lelaki itu hanya penulis romance (genre yang dibencinya!) bermodal tampang. Jadi, maaf deh kalau dia merasa keberatan ketika Laura dipasangkan dengan Aidan untuk proyek novel selanjutnya. Tahu apa lelaki itu soal menulis novel berkualitas?
Semakin jauh mengenal Aidan, Laura tahu bahwa lelaki itu punya pengetahuan luas tentang thriller, genre cerita favorit Laura. Aidan bahkan hafal kutipan-kutipan Agatha Christie! Sedikit demi sedikit Laura membangun respek tersendiri untuk Aidan—dan belakangan tanpa dia sadari… cinta.
Tapi sebelum Laura berhasil membuat Aidan tahu tentang perasaannya, lelaki itu menghilang. Membiarkan proyek menulis mereka terbengkalai begitu saja—seolah tak ada artinya. Alih-alih marah, Laura merasa sangat kecewa dengan sikapnya itu. You’re breaking my heart, Aidan, and the saddest part is… you don’t even know about it.

RESENSI
Novel ini dibuka dengan suasana ruang makan sebuah keluarga. Tak biasanya tiga orang yang punya hubungan darah itu duduk bersama dalam satu meja. Kalau pun iya, sudah lama sekali. Saat ibu Aidan dan Allan masih hidup. Richard—paman merekalah yang mengambil alih tanggung jawab pada keluarga kecil itu.
Pagi itu Aidan telah menyediakan hidangan istimewa bagi keluarga kecilnya: lontong sayur. Walaupun agak ragu akan rasanya Allan dan Richard akhirnya mencicipi masakan Aidan. Menu pagi itu mengingatkan mereka pada masakan ibu Aidan dan Allan. Memang itulah maksud Aidan menyajikannya. Agar Richard dan Allah mengingat kembali ibunya. Lalu mengijinkan untuk cuti dari bisnis besar keluarga Haryanto untuk merampungkan novel ibunya. Richard—kepala keluarga memang mengijinkan. Namun tak disangka malah kakaknya—Allan sepertinya tidak.

“Sekali saja seumur hidup, biar aku melakukan hal yang benar-benar aku inginkan.” Aidan memohon. Kakaknya memandangnya sengit. Orang yang dia pikir akan paling mendukungnya, kini malah menghalanginya (hal. 7).

Berbekal ijin dari Richard, Aidan pun terus maju. Black Leather Jacket—novel debutnya sukses dan jadi best seller dengan beberapa kali cetak ulang. Bahkan, novel dengan ide cerita mendiang ibunya ditawrakan untuk digubah menjadi film.
Ternyata tak semua senang dengan keberhasilan Aidan. Laura—penulis senior merasa terganggu dengan kehadiran penulis baru—Aidan. Ditambah lagi masalah yang tengah dihadapinya. Novel Laura yang hampir rampung, dipaksa mandeg karena keinginan Mya—sang editor. Mya menyarankan menyisipkan romance pada novel thriller Laura. Lagi-lagi Aidan yang disodorkan untuk membantu Laura. Laura tentu saja tidak terima dibantu atau disandingkan dengan Aidan yang hanya pendatang baru di dunia kepenulisan. Dengan berbagai pertimbangan, Laura pun menyerah dengan menerima Aidan menyempurnakan Brown Eyes Don’t Lie. Apa selanjutnya yang terjadi pada mereka? Penasaran gak? Apa Aidan selamanya akan menjadi penulis? Atau kembali meneruskan kerajaan bisnis Haryanto? Terus Laura gimana? Baca sendiri deh kisahnya. Dijamin gak akan nysesel deh. Aslinya seru banget.
Black Leather Jacket ini novel terbaik kedua lho dalam event yang diadakan Twigora. Kategori: Sweet And Spicy Romance pada tahun 2016. Twigora emang gak salah pilih. Selain kisah cinta Aidan dan Laura, ada kisah cinta lain yang menghiasi novel bergambar pria berjaket kulit di cover depannya ini. Eh, ngomong-ngomong soal gambar cover, jadi inget Aidan. Ya ampun, itu Aidan di sampul depan keren banget. Setuju gak, readers?! Sepakatlah ya?! Harus! (hahaha maksa banget ya eyke)
Oke, kembali ke laptop. Pertama, kisah Allan dan Claudia; kedua: kisah Richard dan Lani; ketiga: Ibu dan Pak Haryanto (orangtua Aidan dan Allan); keempat: Pram dan Ayu (di novel BLJ); dan kelima: Patrick dan Hessy (di novel BEDL). Selain cinta sepasang kekasih, di novel ini kuat juga menggambarkan kekuatan cinta ke keluarga, serta cinta pada hobi dan pekerjaan. Semua bentuk cinta itu ternyata jika disatukan akan berujung konflik yang pelik. Inilah salah satu keistimewaan novel ini. Dalam keadaan yang rumit ini si tokoh dituntut memilih. Tentu saja tidak gampang. Pasti ada yang tersakiti dalam pilihannya.  Jleb banget kan. Maunya sih gak ada yang jadi sakit gegara kita. Apalagi orang yang paling kita sayang. Cie..ciee..
Secara tidak langsung novel ini mengenalkan kepada pembaca tentang dunia menulis dan penerbitan. Bagaimana proses revisi dan editing. Bagaimana cara berkolaborasi dalam menghasilkan sebuah karya. Duet menulis ini juga dilakukan oleh Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah dan tulisan mereka berhasil jadi satu. Menjadi satu jiwa dalam Black Leather Jacket. Sudut pandang orang ketiga dalam novel ini sangat membantu menyatukan dua kepala yang berbeda.
Saya mendapati beberapa kesalahan dalam novel ini. Berupa saltik atau ejaan. Namun tentu saja tidak begitu berarti.
Dia langung memasang ekspresi defensif. (hal. 15)

Mengikutin berbagai saran dan tiap yang dia temukan di dunia maya. (hal. 32)

Butuh limat menit mengitari... (hal. 65)

Itu hanya pengamatan dan komentar subyektif. (hal.92)

...terus menyecarnya dengan banyak pertanyaan...(hal. 234)

...ke cangkir-cangkir dihadapan Laura dan Aidan. (hal. 237)

...dia berniat kembali ke sini namun semua hanya tinggal rencana. (hal. 244)

Satu lagi yang paling penting dalam sebuah karya, yaitu pesan penulis yang hendak disampaikan ke pembaca. Dari pesan ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi para pembacanya. Adapun amanat dalam yang tersurat dan tersirat dalam novel di antaranya:
  1. Kekayaan tidak selamanya membuat orang senang dan nyaman menjalani hidupnya.
  2. Sesekali kita bisa meluangkan waktu untuk mengerjakan hal yang benar-benar kita sukai.
  3. Berpikirlah matang sebelum memutuskan sesuatu. Pikirkan konsekuensi baik maupun buruknya. Bahkan pikirkan pula dampaknya bagi orang lain.
  4. Selalu berbuat baik pada orang lain walaupun orang tersebut pernah menyakiti atau bahkan tak pernah menyukai kita.
  5. Sukses karier atau apa pun akan tergantung pada usaha yang kita lakukan. Tunjukan kemampuanmu. Inilah saya, bukan ini bapak saya.


QUOTES

“Orang paling beruntung di dunia ini pasti yang bisa menikahi orang yang mereka cintai.”

“Dan jatuh cinta menjadi hak siapa saja. Termasuk, bagi dia yang memutuskan untuk mencintai sekali saja seumur hidup.”

“Sekali saja seumur hidup, biar aku melakukan hal yang benar-benar aku inginkan.” –Aidan (hal. 7)

“Sehebat apa pun seseorang, kadang dia butuh bantuan orang lain biar bisa melihat dari sudut pandang berbeda.”



Baiklah, selesai juga. Tibalah bagian yang paling saya tidak suka. Photo Challenge. Namun, suka tidak suka; mau tidak mau harus dilakukan, readers. maaf ya gak bakat nih.


Dokumen Pribadi

Ya udah, readers udah dulu ya. Jangan lupa ya, besok GIVE AWAY. Mampir juga di postingan sebelumnya, ada wawancara eksklusif saya dengan Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah. 

Bye readers! Love you so much... 


Cek juga ya blog keren di bawah ini: 

28-30SEPTEMBER 2018 : ILMI FADILLAH
Url Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com [KAMU LAGI DI SINI READERS]

1 – 3 OKTOBER 2018 : NATHALIA DP
URL Blog: http://nathaliabookshelf.blogspot.com

4 – 6 OKTOBER 2018 : NOLA
Url blog: https://canolareads.wordpress.com

7 – 9 OKTOBER 2018 : ASTRID CITRALOKAM
Url Blog:  dateabook.blogspot.co.id.

10 – 12 OKTOBER 2018 : PUTU RINI CIPTA RAHAYU
URL Blog : rinspiration95.blogspot.com

13 – 15 OKTOBER 2018 : ASRI RAHAYU MS
URL Blog: www.peekthebook.com

16 – 18 OKTOBER 2018 : ADYTA DHEA PURBAYA
Blog : adytapurbaya.blogspot.com

1 komentar:

  1. Kenapa Aidan berpikir Alan bakal ngedukung ya? Ada apa dengan hubungan keduanya? Hahaha, makin penasaran aku :)

    BalasHapus