Senin, 14 Mei 2018

Analisis Alur dalam Cerpen "Darah Santri" karya Tazkia Royyan


Sumber Gambar: bukalapak.com
Judul Cerpen        : Darah Santri
Penulis                  : Tazkia Royan Hikmatiar
Judul Buku           : Buku Tauhid Hasan 2
Penerbit:               : Pena Surga
Tahun terbit          : 2017

Sumber: Penulis Darah Santri




Sinopsis:
Cerpen ini berkisah tentang seorang pimpinan pesantren yang begitu teguh ketauhidannya di zaman penjajahan. Ia meneladani K.H. Mustafa sebagai pimpinan pesantren di Jawa Barat. Ia mempunyai seorang istri dan anak perempuan bernama Salsabila. Keluarga kecilnya ia sembunyikan di sebuah gubuk. Tak ada yang mengetahui keberadaan gubuk itu, kecuali Soekano. Soekano adalah santri terbaiknya sekaligus tangan kanannya. Hingga suatu hari ia harus meninggalkan istri dan anaknya karena harus memenuhi undangan pertemuan pimpinan pesantren. Pertemuan itu dilatarbelakangi wafatnya K.H. Mustafa oleh penjajah saat mempertahankan ketauhidannya. Ia mempercayakan keselamatan Salsabila dan ibunya pada Soekano. Sayang sekali, saat ia pulang ia mendapati seorang yang lain di gubuknya. Soekano telah mengkhianatinya. Ia menekuk Soekano dan menghadapi penjajah di gubuknya sendiri. Istrinya yang melindungi Salsabila ditembak tepat di depan matanya. Penjajah itu pun tewas di tangannya hanya dengan bambu tumpul. Dua kejadian yang menyedihkan itu melatarbelakangi pecahnya perang terjadi. Umat Islam turun untuk membela agama dan bangsanya yang terjajah. Dengan izin Allah Kemenangan pun diraih. Kemerdekaan terwujud. 

Analisis Tahapan Alur


Tahap
Peristiwa
Orientasi
Pengenalan situasi atau latar belakang cerita, yaitu cerita tentang pemberontakan K.H. Mustafa pada penjajah demi mempertahankan ketauhidannya.
Muncul konflik
Para pimpinan pesantren dan para santri tidak terima agamanya dinistakan dan melakukan Uzlah (mengasingkan diri). Salah seorang pimpinan pesantren pun menyembunyikan keluarga kecilnya di tempat terpencil agar tidak terkena kekejaman penjajah. Beliau juga menyerahkan keselamatan istri dan anaknya pada Soekano, tangan kanannya.
Klimaks
Saat pulang dari pertemuan pimpinan pesantren ia sadar bahwa Soekano telah mengkhianatinya. Istrinya ditembak oleh penjajah saat melindungi Salsabila, anak sematawayangnya.
Antiklimaks
Beliau menekuk Soekano dan menghabisi penjajah pembunuh istrinya dengan sebilah bambu tumpul.
Penyelesaian
Demi menyelamatkan harga diri dan agama para santri dan ulama turun melawan penjajah. Tak dinyana rakyat lain pun bahu-membahu memerdekakan bumi pertiwi dari tangan penjajah. Kemerdekaan pun terwujud.

Tahapan alur dibuat runut dari orientasi sampai penyelesaian. Maka dapat disimpulkan jenis alur dalam cerpen “Darah Santri” ini adalah alur maju atau progresif.

Catatan: Tulisan ini merupakan tugas kelas menulis online Madrasah Pena dengan pemateri, Kang Ali Muhtadin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar