Sabtu, 17 November 2018

[BLOG TOUR MARRIAGE DEAL] Give Away Marriege Deal Karya Marisa Umami




Selamat pagi menjelang siang...
Di tempat saya agak mendung gimana gitu. Di tempat kamu gimana? Sama gak? Tapi tidak mengurangi semangat saya untuk mandu give away ini. Baiklah... 

Hari ini adalah hari terakhir saya nge-host di rangkaian blogtour Marriage Deal. Ya, ini adalah saatnya give away. kalian yang beruntung akan mendapatkan satu eksemplas novel romance ini. dijamin gak bakalan nyesel. kalian akan jatuh cinta pada kisah Agam dan Marlian. 

Gimana caranya? Yuk simak baik-baik...

1. Follow blog dan akun IG @imie_sidiq sama akun IG penulis Marriage Deal @casaemayu @xsimamora dan @twigora
2. Repost banner di atas tandai @imie_sidiq sertakan tagar #novelmarriegedeal #hostilmifadillahXtwigora
3. Tulis nama, domisili, penulis favorit, dan jawab pertanyaan ini di komentar blog. Kalau harus dihadapkan dengan sebuah pilihan, kamu lebih memilih pasangan berprofesi sebagai apa? Dokter atau arsitek? 
Sertakan alasannya ya!

Udah gitu aja, gampang kan?! Tunggu apa lagi? Ayo ikutan semoga beruntung😍😘
Periode GA 18-24 November 2018.


Jangan lupa kunjungi juga postingan saya sebelumnya tentang bincang penulis dan ulasan novel. 

Blog tour akan diadakan selama 30  hari dengan jadwal sebagai berikut:

22 – 25 OKTOBER 2018: THESSALIVIA REZA

26 – 29 OKTOBER 2018: IKA MAYANG SARI
URL Blog : http://dumziebooks.blogspot.com/

30   OKTOBER – 2 NOVEMBER 2018: FABIOLA IZDIHAR
URL Blog: readingvibes.blogspot.com

3 – 6 NOVEMBER 2018: PIDA ALANDRIAN
URL Blog : https://collection-of-book.blogspot.com/ 

7 – 10 NOVEMBER 2018: SINTIYA LASTARI DEVA R
Url Blog: https://aoiperiwinkle.wordpress.com/

11 – 14 NOVEMBER 2018: RATNA KOMALASARI
URL Blog: www.blueshood.wordpress.com

15 – 18 NOVEMBER 2018: ILMI FADILLAH [KAMU SEDANG DI SINI]
Url Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com

19 – 22 NOVEMBER 2018: AHMAD AZWAR AVISIN
Url Blog: https://blognyaazwar.blogspot.com/






Jumat, 16 November 2018

[BLOG TOUR MARRIAGE DEAL] Ulasan Novel Marriage Deal karya Marisa Umami dan Photo Challenge

Hai, pembaca semua! Semangat pagi!
Pagi ini saya akan bagikan ulasan saya tentang Marriage Deal. 
Baiklah, langsung saja ya...


JUDUL                           : MARRIAGE DEAL
PENULIS                        : MARISA UMAMI
GENRE                             :  Novel
Jumlah halaman            :  276 halaman
ISBN                                 :  978-602-5903-00-7
Harga                               :  76,000


KALAU INGIN JATUH CINTA...
MENIKAHLAH.

ADA YANG JAUH LEBIH BURUK DARI PERNIKAHAN TANPA CINTA...
PERNIKAHAN DENGAN CINTA, TAPI BERTEPUK SEBELAH TANGAN.

Lian merencanakan segalanya sedari awal: sepakat untuk menikah, lamaran, menikah, lalu... bercerai.
Beruntung sekali dia dipertemukan dengan Agam, yang tak keberatan diikutkan dalam rencana absurd itu.

Menjadi istri Agam berarti dia harus menjalahi kehidupan pernikahan mereka untuk beberapa waktu lamanya. Laki-laki itu menghayati perannya sebagai seorang suami, juga sahabat baru bagi Lian. Kebersamaan mereka lama-lama membangkitkan sesuatu yang tak pernah dia rencanakan: jatuh cinta pada arsitek tampan itu.

Meskipun berat, Lian sulit menyangkal perasaan barunya. Tapi ketika dia bermaksud mengusulkan untuk memperpanjang umur pernikahan mereka, Agam malah memintanya bercerai. Harusnya Lian tak keberatan, ini memang rencana mereka semula. Lalu kenapa air matanya tak berhenti keluar? Bagaimana mungkin Lian merasa kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar jadi miliknya?

Gimana udah baca blurb sekaligus sinopsis ceritanya? 

Marlian Malik, seorang dokter yang bertugas di UGD. Profesinya mengingatkan saya pada dr. Kang di drama korea DOTS. Hehehe.. apalagi adegan pertama Lian bertemu Agam (lebih tepatnya saat Agam menginvestigasi Lian di ruangan UGD) memperkuat khayalan itu. Namun, Agam bukan seorang tentara. Tentunya tak kalah keren dari itu, ya! Agam adalah seorang arsitek. Lian bagi saya mewakili wanita karir yang karena kesibukannya sampai lupa untuk menikah.

Berhubung saya baca dari first chapter, penasaran banget nih sama kisah mereka selanjutnya. Sepasang suami-istri yang sangat diidam-idamkan orang kebanyakan tentunya. Ideal. Perfecto. Sayang sekali mereka hanya terikat kawin kontrak.

Di kehidupan rumah tangga mereka, pembaca dibuat baper sama kelakuan Agam. Ya ampun Agam, sosok suami yang baik meski hanya suami kontrak. Namun, keraguan selalu ada, apa Agam memang benar-benar tulus atau tidak.

Sementara Lian,  sangat beruntung mendapatkan Agam. Lian, rasanya gue banget. Hahaha.. saya tak suka pekerjaan domestik (curcol). Lucu, saat mereka memutuskan untuk bahagia menjalani pernikahannya. Saat Lian memasakkan Agam nasi goreng. 

Ibu mertua Lian juga baik banget loh. Memang cita-citanya adalah punya menantu seorang dokter. Kan pas banget. Agam yang sangat mencintai ibunya tentu saja dengan senang hati mengikuti permintaan ibu--yang Lian panggil Tante meski mereka sudah diikat oleh kata pernikahan. Sekalinya manggil ibu, aduh... Senengnya minta ampun. Sebisa mungkin Ibu Agam akan menjadi mertua yang terbaik bagi menantu dokternya itu. 

Di sini pembaca belajar bagaimana berhubungan dengan baik. Antara anak ke ibu dan keluarganya. Kasih sayang orang tua ke anak-anaknya. Meski tak semua dinilai baik oleh si penerima. Aduh nulis apa sih saya. Gak jelas begini. Hahaha.. maafkan.. saya yg error. Intinya harus saling menyayangi antar anggota keluarga. 

Kisahnya memang terasa lempeng aja di tengah-tengah. Ada dua konflik yang saya tangkap. Pertama, saat Lian terciduk bertengkar dengan ayahnya. Alasan Lian menikah dengan Agam terbongkar sudah. 
Lian sempat pergi dari rumah saat itu, tapi Agam terlalu baik. Agam pun memaafkan Lian dan mereka tinggal bersama kembali. 

Yang kedua, menurut saya adalah puncak konflik alias klimaksnya cerita. Saat Lian harus memutuskan untuk memilih studi, demi keegoisannya melanjutkan studi yang ia inginkan. Ataukah memilih ibu mertuanya yang sedang sakit parah, yang sangat membutuhkan Lian di sampingnya. 

Di tengah konflik, justru Agam menambah masalah lagi. Agam tiba-tiba menceraikan Lian.

Betewe, yang paling saya suka adalah akhir cerita dari kisah yang dikarang oleh Kak Marisa ini. Penuh kejutan. Di akhir justru mengungkap pertemuan pertama Lian dan Agam sebenarnya. Yang menyiratkan kalau Agam sudah mencintai Lian dari sejak mereka pertama bertemu. Eh, tepatnya saat Agam melihat Lian yang sedang menghadapi pasien yang minta aborsi. 

Dalam novel ini kita juga akan disuguhkan istilah-istilah kedokteran. Pembaca tak perlu bingung karena ada footnote di bawahnya. Istilah-istilah itu antara lain:

dianamnesis, diografi (hal. 107)
endometrium, abdomen, peritonitis (hal. 238)
hasil foto polos abdomen, performan, anemis, dan hipotensi (hal. 239)
intravena, syok hipofole mil (hal. 246)

Mau tahu makna istilah itu? Boleh. Silakan baca novelnya. Lebih seru dari pada baca kamus istilah kedokteran. 


Setelah ulasan saya akan bagikan hasil tantangan foto saya  jeng..jeng..jeng...


taken by @alfisa
                         taken by @alfisa

Sebenarnya cukup satu, tapi sayang kalau dibuang. Thanks adik saya yang mau dikerjain.. disuruh ini dan itu.. diminta fotoin ini itu. Semoga kita beruntung. Sekian nantikan besok give awaynya ya😍😘









Blog tour akan diadakan selama 30  hari dengan jadwal sebagai berikut:

22 – 25 OKTOBER 2018: THESSALIVIA REZA

26 – 29 OKTOBER 2018: IKA MAYANG SARI
URL Blog : http://dumziebooks.blogspot.com/

30   OKTOBER – 2 NOVEMBER 2018: FABIOLA IZDIHAR
URL Blog: readingvibes.blogspot.com

3 – 6 NOVEMBER 2018: PIDA ALANDRIAN
URL Blog : https://collection-of-book.blogspot.com/ 

7 – 10 NOVEMBER 2018: SINTIYA LASTARI DEVA R
Url Blog: https://aoiperiwinkle.wordpress.com/

11 – 14 NOVEMBER 2018: RATNA KOMALASARI
URL Blog: www.blueshood.wordpress.com

15 – 18 NOVEMBER 2018: ILMI FADILLAH [KAMU SEDANG DI SINI]
Url Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com

19 – 22 NOVEMBER 2018: AHMAD AZWAR AVISIN
Url Blog: https://blognyaazwar.blogspot.com/



Kamis, 15 November 2018

[BLOG TOUR MARRIAGE DEAL] BINCANG PENULIS


Hallo, jumpa lagi dengan saya, di blog tour dengan novel berbeda. Btw, maaf bisa baru pos hari ini.
Seperti biasa, postingan pertama akan menampilkan bincang-bincang saya dengan penulis. Iya, betul sekali, Kak Marisa Umami. langsung aja yuk!


1. Apa kabar Kak Marisa? Marriege Deal punya ide cerita yang unik. Biasanya dapat ide dari mana Kak? Apakah ada tips untuk mendapat ide cerita yang menarik?

Halo Ilmi. Alhamdulillah kabar saya baik. Kalau ide itu bisa muncul kapan dan di mana saja ya. Jadi, mungkin tips nya adalah selalu menyiapkan catatan. Saat kepikiran hal-hal yang menarik langsung dicatat poin-poin penting yang mungkin bisa dikembangkan jadi premis.

2. Kak Marisa punya kesibukan lain di luar menulis. Bagaiamana Kak cara membagi waktu antara menulis dan aktivitas lain?

Saya termasuk orang yang kurang disiplin dan kadang-kadang suka menunda pekerjaan. Nah, untuk mengatasi itu sih biasanya saya harus menentukan deadline dan memotivasi diri sendiri. Tentu juga ada hal yang terpaksa dikorbankan seperti jam tidur.

3. Menurut Kakak seberapa penting peran pembaca pertama?
Pembaca pertama itu penting banget bagi saya pribadi. Sebagai penulis, kan kita kadang-kadang sulit untuk objektif. Jadi, di sini lah peran pembaca pertama untuk mengkritik kalau ada adegan yang dirasa nggak nyambung, nggak penting, typo atau memberi masukan.


4. Adakah kesulitan khusus dalam menggarap novel romance? Kakak ada rencana kah membuat novel dengan genre yang berbeda?

Kesulitan khusus bagi saya itu membangun chemistry di antara tokoh utamanya. Dalam menyusun plot juga susah, sih. Soalnya kalau romance kan pasti happy ending. Nah, menyusun perjalanan menuju happy ending ini yang sulit, gimana caranya supaya pembaca nggak bosan dan mau mengikuti cerita sampai akhir.

Saya sih kepengin  banget bisa menulis novel fantasi, lebih spesifiknya dystopian. Mudah-mudahan saja suatu saat bisa kesampaian.

5. Apakah Kak Marisa pernah mengalami writer's block? Bagaimana cara mengatasinya?
Iya pernah. Biasanya saya tinggalin dulu naskahnya lalu main game, nonton drama Korea atau senam. Setelah fresh baru kembali lagi ke naskah.

Sekian dari saya. Semoga menjawab semua pertanyaannya, ya.
Salam,

Marisa Umami

Terima kasih Kakak.

Kamu masih penasaran dengan sutradara novel ini. Mending baca novelnya deh. Seru banget deh. Ada bonus nih, profil penulisnya.

PROFIL PENULIS

Marisa Umami anak sulung dari dua bersaudara. Ambisinya adalah menjadi penulis novel dystopian. Namun nasib membawanya untuk menulis cerita romantis. Dia penggemar cerita detektif, drama Korea, bulu tangkis, Moto GP, karaoke dan kopi hitam.
Saat ini dia bekerja di salah satu puskesmas di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di sela-sela kesibukan bekerja, Marisa meluangkan waktu untuk menulis ide-ide cerita, belajar memasak dan membuat kue. Sapa dia via Instagram di @casaemyu.

Postingan kedua nanti akan saya ulas novel ini. WOW! Tetap pantengin terus blog saya ya guys!






Blog tour akan diadakan selama 30  hari dengan jadwal sebagai berikut:

22 – 25 OKTOBER 2018: THESSALIVIA REZA

26 – 29 OKTOBER 2018: IKA MAYANG SARI
URL Blog : http://dumziebooks.blogspot.com/

30   OKTOBER – 2 NOVEMBER 2018: FABIOLA IZDIHAR
URL Blog: readingvibes.blogspot.com

3 – 6 NOVEMBER 2018: PIDA ALANDRIAN
URL Blog : https://collection-of-book.blogspot.com/ 

7 – 10 NOVEMBER 2018: SINTIYA LASTARI DEVA R
Url Blog: https://aoiperiwinkle.wordpress.com/

11 – 14 NOVEMBER 2018: RATNA KOMALASARI
URL Blog: www.blueshood.wordpress.com

15 – 18 NOVEMBER 2018: ILMI FADILLAH [KAMU LAGI DI SINI]
Url Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com

19 – 22 NOVEMBER 2018: AHMAD AZWAR AVISIN
Url Blog: https://blognyaazwar.blogspot.com/



Senin, 12 November 2018

[BLOG TOUR SONG FOR ALICE | Pengumuman Give Away

Hallo! Hai! Hai semua..

Ada yang nungguin pengumuman pemenang Give Away?

Hari ini memang jadwalnya saya umumkan pemenang 1 eksemplar novel Song for Alice. Siapa yang beruntung? Ini dia.. langsung saja.

Pemenangnya adalah yang punya jawaban kece ini.

Selamat ya! Langsung DM saya ya! Tulis nama, alamat lengkap, dan no. Kontak. Saya tunggu..

Selasa, 06 November 2018

[BLOG TOUR SONG FOR ALICE | Give Away Song for Alice by Windry Ramadhina


Malam sahabat semua. Ada yang menantikan hari ini? Ya, hari ini adalah jadwal saya bagikan novel gratis. Tentu saja ada syaratnya. Yuk ah cekidot...

1. Follow blog dan akun IG @imie_sidiq sama akun IG penulis Song for Alice @beingfaye  dan @twigora
2. Repost banner di atas tandai @imie_sidiq sertakan tagar #novelsongforalice #hostimietwigora
3. Tulis nama, domisili, penulis favorit, dan Jawab pertanyaan ini di komentar blog. Kamu lebih suka pasangan yang seperti apa?
a. Rock
b. Klasik

Sertakan alasannya ya. 

Udah gitu aja, gampang kan?! Tunggu apa lagi? Ayo ikutan semoga beruntung😍😘
Periode GA 6-12 November 2018.









Minggu, 04 November 2018

[BLOG TOUR SONG FOR ALICE | Ulasan Novel] Song for Alice Karya Windry Ramadhina


Hallo semua.. Semangat pagi. Hari kedua Blog Tour di blog saya nih. Sekarang waktunya mengulas novel Song for Alice. Sama photo challenge. Wish me luck!

Langsung intip aja yuk, identitas novel, tagline, dan sinopsis.


Judul NOVEL.       : SONG FOR ALICE
Penulis         : WINDRY RAMADHINA
SC         : 14 x 20 cm
Jumlah Halaman : 328 halaman
Bookpaper : 55 gr; 
ISBN : 978-602-51290-7-0
Harga                     : Rp  85,000
PENERBIT : RORO RAYA SEJAHTERA

Tagline:
Mencintaimu adalah penantian yang panjang.

-
SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU
ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Aliceperempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu.

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

Nah, sekarang kita menuju ulasan novel Song for Alice. Cekidot.


Nama tokoh-tokoh Song for Alice cukup unik. Selain Alice dan Arsen, ada tokoh lain di antaranya: Lur, Mar, Sal, Len, Rik, dan O. Ya, Okependekan dari Otis.
Nama tempat dalam novel kesebelas Windry Ramadhina ini pun tak kalau unik salah duanya Liltnama temoat les musik peninggalan Kakek Lur. Juga Fat Salnama kafe kepunyaan Salkakak perempuan Lensahabat Arsen.
Selain itu, Kak Windry sangat detail menggambarkan deskripsi tokoh dan latar. Perhatikan penggambaran rumah di Bintaro.

"... maka itu adalah rumah berdinding bata telanjang di Bintaro. Bangunan mungil satu lantai yang memiliki teras lebar dan pagar bugenvil putih di depannya. 
Atap rumah itu miring dan menjulur rendah, tersusun dari genting-genting keramik jingga kecokelat-cokelatan yang sebagian permukaannya ditumbuhi lumut. Lantainya tegel bercorak kuno. Pintu dan jendelanya dari jati tua yang masih kokoh walaupun warnanya kusam.  (hal. 63)

Begitulah seterusnya penulis menggambarkan setiap latar yang ada. Detail penggambaran tokoh juga terdeskripsi sangat baik. Ini kutipan deskripsi tentang Alice:

"Alice tampak menakjubkan. Gadis itu tidak lagi mengenakan kaus dan jin. Pakaiannya menjadi sangat feminine. Wajahnya sedikit dirias; pipinya merona dadu dan bibirnya yang mungil kemerah-merahan. Pembawaannya pun lebih tenang; anggun dan seakan-akan penuh perhitungan. Alice kesayangannya sudah dewasa. (hal. 83)

Saya menemukan banyak kesamaan dua tokoh utama (Arsen dan Alice) di antaranya:
1. nama mereka berawalan huruf a
2. sama-sama kehilangan ayah-ibu saat masih belia
3. sama-sama tinggal bersama kakek lur
4. sama-sama suka musik
5. sama-sama bisa memainkan alat musik dengan baik.

Disadari atau tidak dengan semua kesamaan itu, Alice dan Arsen bisa dipersatukan.


Novel ini juga mempunyai alur yang penuh kejutan. Alur maju-mundur yang cantik. Kak Windry sangat apik meramu jalan cerita.  Saat hampir selesai saya baca bagian akhir. Saya rasa butuh jeda. Saya tak suka akhir yang nestapa. Arsen Rengga meregang nyawa untuk kali kedua. Namun, penasaran juga dari akhir kisah Alice ini.

Memang, setidaknya dia sudah memperbaiki hidupnya di kesempatan kedua itu. Namun, tetap saja. Alicekeluarga terdekat sangat terpukul. Lebih nelangsa dari pada ditinggal orangtua kandung atau kakek yang selama ini menyambung hidupnya.  Alice, malang sekali—Kak Windry 'menakdirkan' kisahmu.

Sad ending yang manis. Meskipun ada Rik dan O. Tampaknya ada Len yang ditonjolkan selalu mendampingi Alice setelah kepergian Arsen. Mengingatkan saya pada novel lain. Namun, Len sama sekali tak memanfaatkan itu. Saya lebih suka akhir cerita Song for Alice. Mengenang dengan cara terbaik. Pun kebangkitan Lilt dan Alicepemiliknya sungguh mengobati hati pembaca.

Quotes

"Keluarga tidak selalu punya hubungan darah." (hal.105)

"Lebih banyak tangan dan kepala, lebih baik. Tidak segala hal harus kau lakukan sendiri." (hal. 143)

Hampir tak ditemukan kesalahan ejaan pada novel ini. Hanya ada beberapa antara lain:

Aku akan bicaranya dengannya. (hal. 128)
Ucapan Sal terputus disela bunyi radio. (hal. 291)
Di berhenti minum, mengurus sekolah musik. (hal. 302)

Ada beberapa kata hubung tetapi di tempatkan di awal kalimat, di antaranya:

Tetapi, kemudian lelaki panggung menambahkan, (hal. 8)

Tetapi, Arsen sudah kebal. (hal. 9)

Akan lebih baik jika kata tetapi diganti menjadi namun.

Namun demikian, sungguh tak memengaruhi jalan cerita Song for Alice. Betewe, secara keseluruhan saya jatuh cinta pada kisah Alice dan Arsen ini. Kamu juga wajib mengarungi kisah mereka karena banyak nilai kehidupan yang bisa kita ambil di sana.


Sekarang tantangan blogger berpose dengan buku.

 Taken by @alfisa


Taken by @alfisa


Tugas saya hari ini selesai. Terima kasih para pembaca setia. Semoga bermanfaat. Love you so much. 

Nantikan besok give away Song for Alice. 






Sabtu, 03 November 2018

[BLOG TOUR SONG FOR ALICE | Bincang Penulis] Song for Alice by Windry Ramadhina


Pagi semua, kangen nih nulis blog lagi. Terima kasih Twigora telah memberikan kesempatan lagi ngehost di rangkaian Blog Tour Song for Alice. Sebuah karya penulis best seller nih, Kak Windry Ramadhina.

Hari ini jadwal saya bincang-bincang sama Kak Windry. Seneng banget deh bisa wawancara langsung penulisnya (via email).

Langsung aja yuk, kepoin jawaban kakak cantik ini.

Dear Ilmi,

Sebelumnya terima kasih karena sudah mau ikut serta dalam Song for Alice Blog Tour. Aku senang sekali.
Berikut jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kamu, ya.


1. Hai Kak Windry! Saya suka dengan nama-nama unik dalam Song for Alice. Kalau boleh tahu, apa tips membuat nama-nama tokoh yang memikat pembaca, Kak?

Nama tokoh adalah salah satu elemen novel yang saya perhatikan secara khusus. Saya tidak ingin asal memberi nama. Biasanya nama tokoh di novel saya memiliki arti atau berhubungan kuat dengan tema/latar belakang cerita. Ada kalanya, nama itu mencerminkan sifat tokoh (tidak hanya karena artinya, tetapi juga unsur huruf di dalamnya karena beberapa huruf memberi kesan keras, lembut, kaku, luwes, maskulin, feminin). Ada kalanya, nama itu diambil dari dunia musik rock seperti di Song for Alice (pernah juga diambil dari nama-nama kayu untuk novel yang bertema arsitektur atau nama-nama rempah untuk novel bertema kuliner).

Selain itu, saya memilih nama yang nyaman diucapkan, yang mudah tersimpan dalam kenangan pembaca. Saya cenderung menghindari nama yang terlalu panjang atau rumit pengucapannya maupun penulisannya--kecuali itu disengaja untuk mendukung cerita. Untuk peran-peran pendukung, seringkali saya menggunakan nama-nama yang sangat pendek seperti Len, Mar, Rik, dan O di Song for Alice. Saya tidak ingin nama mereka lebih menarik perhatian ketimbang Alice dan Arsen.



2. Novel ini ada salah satu novel proyek novel bertema rock. Kalau menurut Kakak pribadi. Apa kelebihan/ciri khas novel ini dibanding yang lain?

Rock bukan satu-satunya elemen di Song for Alice. Ada musik klasik juga dan keseharian di sekolah musik. Perpaduan itu semua menjadikan Song for Alice berbeda. Interaksi antara Arsen yang menyukai rock dan Alice yang lebih memilih musik klasik adalah salah satu yang menyenangkan untuk ditulis karena ada dua cara pandang yang bertolak belakang di dalamnya. Begitu pula kebersamaan mereka di sekolah musik. Ini sesuatu yang jarang diangkat dalam novel.

3. Kak Windry suka banget sama musik rock. Penyanyi/band favorit Kakak siapa?

Sebenarnya saya bukan penggila musik rock. Tetapi, ya, saya sanggup mendengarkan rock. Ada masanya saya menyukai grup asal Jepang yang bernama L'Arc~en~Ciel. Selain mereka, saya tidak mendengarkan banyak rock. Mungkin hanya sebatas The Beatles, Hyde, dan Adam Levine.

4. Adakah hobi Kak Windry di luar dunia menulis? Kenapa?

Menggambar dan menonton. Jauh sebelum menulis, saya mengekspresikan ide lewat gambar, terutama gambar potret. Saya menggambar dengan media pensil, tinta, cat air, juga digital. Terkadang, saya akan menggambar tokoh-tokoh novel yang saya tulis. Di beberapa novel saya, ada sejumlah ilustrasi yang saya buat sendiri (di Glaze, misalnya, ada dua puluh ilustrasi yang mewakili adegan-adegan tertentu dalam cerita).

Bagi saya, menonton adalah salah satu cara untuk belajar dan mencari inspirasi (selain tentunya menghibur). Saya banyak menonton dokumenter, terutama yang berhubungan dengan gaya hidup. Perjalanan, kota, makanan, desain. Semua itu memperkaya saya dan bermanfaat dalam proses penulisan novel. Pada dasarnya, saya adalah orang yang lebih mudah menerima secara visual. Karena itu, saya bisa menyerap lebih mudah dan lebih efektif lewat apa yang saya lihat.

5. Apakah ada keaulitan yang berarti dalam proses pembuatan Song for Alice ini? (Dari ide cerita sampai novel terbit)

Sebenarnya, tidak ada kesulitan yang berarti. Saya tidak asing dengan musik, tetapi bukan musisi. Saya tidak pernah mempelajari musik dan tidak bisa menggunakan alat musik. Saat menulis Song for Alice, saya perlu memahami dunia musik (termasuk sekolah musik). Seperti biasa, saya melakukan riset untuk mencari informasi yang saya butuhkan. Dengan informasi yang cukup, saya bisa menulis dengan baik.

Demikian, Ilmi. Semoga blog tour nanti berjalan dengan lancar. Selamat bersenang-senang!


Salam,
Windry Ramadhina


Terima kasih Kak Windry yang cantik.

Bagaimana, sudah puaskah dengan pertanyaan dan jawaban di atas? Kalau belum kamu boleh ikutin blog teman-teman lain. 

Jangan lupa besok saya poskan ulasan dan photo challenge. Jadi stand by ya teman-teman. 

Oh iya ini biodata singkat Kak Windry,


Tentang Penulis:
WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog www.windryramadhina.com

See you tomorrow, semoga harimu menyenangkan.