Sabtu, 13 Agustus 2022

Cerita Emak Bagian 7: Emak Jatuh


 

Setelah ditinggal Bapak Aji, Emak memilih hidup sendiri. Katanya, tak akan ada yang baiknya seperti Bapak Aji. Seiring berjalannya waktu, unggas-unggas Emak pun habis. Begitu juga kontrakan, habis karena dibagikan pada anak-anak Emak.


Dari dulu, Emak tinggal bersama Ibu. Anak Emak yang kelima yang masih ada. Makanya, Emak sudah seperti ibuku yang kedua. Bahkan, aku lebih mengutamakan Emak daripada ibu dalam beberapa hal. Pikirku, Emak sudah uzur. Aku takut tidak bisa menemani Emak sampai akhir hayatnya. Selagi ada aku ingin berbuat baik pada ibu dari ibuku itu.


Aku selalu ikut kalau Emak dan Ibu mengaji. Entah dulu bagaimana mengatur sekolah dan jadwal mengaji mereka. Setelah Subuh, kami bersiap untuk pergi mencari ilmu akhirat. Waktu itu aku masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah. Setiap harinya ada saja dari masjid satu ke masjid yang lain. Seperti haus akan ilmu agama.


Dari masjid terdekat, Uswatun Hasanah, Al-Islam, Al-Amin, As-Syahadah, Gedong Muslimin, Al-Ittihad, dan Al-Islamiyah. Maaf jika aku salah menyebutkan nama masjid tersebut. Aku pun ingat-ingat lupa. 


Emak pun selalu membawaku ke kondangan. Emak juga minta kuantar kalau pergi ke dokter dekat rumah. Aku selalu menuntun Emak walau terkadang aku merasa kewalahan dengan bobotnya. Bayangkan sekali aku yang berbadan mungil, menuntun orang dewasa. Namun, Emak begitu percaya kepadaku. 


Aku pun teringat saat kami hendak berkunjung ke rumah Wak Dede (anak Emak yang keempat) di daerah Cileunyi. Saat itu kami naik bus Damri. Turun dari bus, Bapak sibuk mencari alamat. Bertanya-tanya pada orang-orang yang kami lewati. Sementara Ibu, repot dengan adik-adikku, mengais dan menuntun mereka. Aku dan Emak ada di barisan paling belakang. Aku menuntun Emak, membuntuti Bapak dan Ibu yang ada di depan.


Kami melewati sebuah gunungan pasir. Bapak menaikinya, aku dan Emak pun mengikutinya di belakang. Gunungan pasir itu licin, Emak pun terpeleset lalu jatuh. Badanku yang mungil tak bisa menahan bobot Emak, malah ikutan jatuh menimpa Emak. Aku terperanjat, langsung bangun, kulihat Emak sudah kesakitan. Tangan kanannya sakit dan tidak bisa digerakkan.


*bersambung ke bagian 8 insya Allah

#panahkompilasi9

#komunitasliterasi

#komunitasliterasipemudipersis

#penamuslimah

#panahkompilasi

#pemudiroadtomuktamar

#kolektifkolaboratif

#pemudicerdasberakhlakulkarimah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar